Temukan Diri Sendiri

Meniru orang lain itu boleh-boleh saja. Asalkan kita tahu batasannya dan pintar memilah-milah mana yang cocok serta patut kita tiru. Nah, untuk bisa memilih perilaku mana yang bisa kita tiru dan mengadaptasikannya. Kita harus punya pondasi yang kuat nih. Pondasi yang kuat itu adalah kita sudah menemukan karakter diri kita sendiri sehingga kita tahu keinginan dan tujuan kita menemukan karakter diri kita sendiri itu enggak susah kok, cukup dengan …

1.Menerima diri sendiri apa adanya.
Semua orang pasti punya kelebihan dan kekurangan. Jadi kita belajar menerima kekurangan kita dan jangan malu-malu untuk memperlihatkan kelebihan kita. Mungkin sobat kita memang hebat, tapi kita juga punya sesuatu yang bisa kita banggakan kok. Syukuri semau anugrah yang tuhan berikan kepada kit, sehingga keinginan untuk menjadi orang lain tidak ada lagi.

2.Fokus pada keinginan diri sendiri.
Tanya pada diri sendiri tentang apa yang kita inginkan dan harapkan. Jangan mengikuti keinginan orang lain. Memang lingkungan kita punya standar sendiri dalam menilai seseorang. Tapi jangan terlalu terbebani oleh standar itu. Tentukan saja standar yang tepat untuk diri kita sendiri.

3.Bersikap jujur dan terbuka.
Agar orang lain mengenal kita, berarti kita harus bisa menunjukkannya diri kita yang sesungguhnya. Nggak usah bersikap yang berlebihan atau dibuat-buat. Apalagi berubah menjadi pribadi yang lain. Dengan bisa jujur dan terbuka di depan orang lain, kita akan merasa bebas dan akan disukai dengan apa adanya.

4.Berani mencoba hal baru.
Carilah pengalaman sebanyak-banyak dengan mencoba mempelajari hal-hal baru. Bagaiman bisa tahu bakat dan kemampuan kita kalau setiap hari kerjaannya mengurung diri dikamar atau berteman dengan orang yang sama? Memperluas pergaulan dengan mengikuti kegiatan yang berbeda akan membatu kita lebih mengenal diri sendiri dan orang lain. Jadi kita sadar bahwa masih banyak orang lain yang bisa dikagumi dan dicontoh.

5.Percaya pada diri sendiri.
Ini point yang paling penting. Kalau kita cukup percaya diri akan kemampuan kita, tentunya kita gak akan tergantung sama orang lain. Ayo, belajar mandiri dan yakin saja bahwa kita bisa kok bertahan meskipun tanpa sobat disamping kita. Perlihatkan pada semua orang bahwa kita punya keunikan sendiri.

date Senin, 26 April 2010

Eh tahu nggak
Asalnya dari
Gunung Olympus

Kebudayaan Yunani merupakan salah satu kebudayaan tertua di dunia. Makanya, jangan heran kalau ada banyak kata-kata di dunia ini yang ternyata berasal dari kebudayaan Yunani kuno.

Narsis
“Narsis babget sii lo?” begitu kita meledek orang yang suka mengagumi dirinya sendiri. Nah kata narsis ini berasal dari nama Narcissus, seorang pemuda yang tampan luar biasa. Suatu hari saat ingin minum air disungai, Narcissus melihat pantulan wajahnya sendiri di air, dan ia jatuh cinta pada bayangannya. Karena takut merusak wajahnya yang dia lihat di air, Narcissus akhirmya nggak berani meminumnya, dan kemudia dia mati kehausann. Tuhh ,makanya jangan pada narsis dong hhehee..

Hipnotis
Para psikolog biasanya menggunakan metode hipnotis untuk membawa pasiennya ke alam bawah sadar. Kata hipnotis ini berasal dari nama Hypnos, yaitu sang dewa tidur dalam mitologi Yunani. Yupz, dialah yang membuat orang-orang jatuh tertidur.

Morfin
Hynos mempunyai anak buah kepercayaan yang bernama Morpheus, yang bertugas memberi mimpi dalam tidur orang-orang. Nama Morpheus ini akhirnya dipakai untuk kata morfin, yaitu suatu zat yang bisa menimbulkan halusinasi atau mimpi kepada pemakainya.

date Rabu, 21 April 2010

Mempelajari Karakter Seseorang Lewat Golongan Darah

Golongan Darah O
Golongan darah O adalah golongan darah paling kuno dalam sejarah manusia. Menurut DR. Peter J. D'Adamo,penulis buku Eat Right For Your Type,golongan darah ini sudah ditemukan sejak 50 ribu hingga 25 ribu tahun sebelum masehi. Leluhur kita yang bergolongan darah ini,konon adalah kaum pemburu yang hobi memangsa dan memakan sendiri hasil buruan mereka.

Orangnya itu...
* Layaknya pemburu,orang bergolongan darah O selalu terlihat tenang dan fokus.dan kalau mereka sudah punya mau,bakalan keras kepala.
* Kalau berada dalam grup,si O ini selalu jadi nyawanya.jadi kalau misalnya ada tugas kelompok,O paling bisa bikin acara jadi ngegak ngebetein.
* Mereka biasanya murah hati,dan senang melakukan hal yang baik buat sekitarnya.
* Berjiwa pemimpin dan suka memecahkan masalah.
* Gampang memutuskan sesuatu, alias gak pake lama.

Golongan Darah A
Golongan darah A awalnya dimiliki manusia yang menjalankan aktivas pertanian,yaitu saat nenek moyang kita sudah tinggal menetap dan tidak suka lagi berperang. Golongan darah A ini ditemukan sekitar 15 ribu tahun sebelum masehi.

Orangnya itu...
* Biasanya, si A adalah orang yang cool.mereka seriuz,kalem dan selalu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.
* Diwaktu tertentu, orang dengan golongan darah ini suka tiba- tiba menjauh dari teman-temannya dan menyendiri untuk beberapa saat.
* Mereka juga dikenal teliti dan perfeksionis.
* Mereka adalah golongan yang suka menabung.
* Cari cowok dengan golongan darah ini boleh juga. Soalnya mereka dikenal sebagai pribadi yang romantis dan bertanggung jawab.

Golonga darah B
Didalam buku Eat Right For Your Type dijelaskan, bahwa sekitar 10 ribu sebelum masehi, para leluhur kita masih hidup secara nomaden. Artinya, mereka masih sering mengembara dari satu tempat ketempat yang lain. Positifnya, gaya hidup ini berhasil bikin mereka selalu mampu beradaptasi dengan lingkungan dan makanan yang ada. Pada kurun waktu inilah golongan darah ini ditemukan.

Orangnya itu...
* Pemilik golongan darah ini terkenal suka penasaran sama banyak hal, dan punya rasa ingin tahu yang besar.
* Si B ini biasanya kalau sudah suka sama satu hal dy akan getol banget, tapi cepat sukanya cepat juga bosannya.
* Si B juga pandai sekali dalam menyimpan masalahnya .
* Si B selalu mengedepankan logika daripada perasaan.

Golongan darah AB
Golongan darah AB merupakan golongan darah yang paling “baru”. Usianya baru sekitar 1000 tahun. Pemiliknya pun jarang sekali, yaitu hanya sekitar 5% dari populasi dunia, dan bersifat kompleks secara biologis. Kenapa kompleks? Soalnya, AB adalah satu-satunya golongan yang punya dua antigen, yaitu A dan B.

Orangnya itu...
* Mempunyai perasaan yang halus, si AB terkenal berperasaan sensitif.
* Mereka selalu peduli kepada perasaan orang disekitarnya.
* Anehnya, AB justru keras banget sama diri mereka sendiri dan orang-orang yang dekat dengan mereka.
* Si AB dikenal sebagai kaum yang cerdik.


Dikutip darii :Majalah Gadis

date

Perencanaan strategik merupakan proses Sistematis yang berkesinambungan, melalui proses pembuatan keputusan dengan memanfaatkan sebanyak mungkin pengetahuan antisipatif, mengorganisasi secara sistematis berbagai kegiatan untuk melaksanakan keputusan tersebut, dan mengukur hasilnya melalui umpan balik yang sistematis pula. Jadi tidak berlebihan jika dikatakan bahwa perencana strategik merupakan bagian terpenting dalam penyelenggaraan manajemen strategik.

Untuk pertama kalinya manajemen strategik dikembangkan dalam kalangan militer Indonesia pada awal dasawarsa tujuh pu-luhan, guna mewujudkan suatu tatanan kekuatan nasional yang berperan melindungi keutuhan teritori serta kedaulatan bangsa dan negara. Tatanan tersebut hingga saat ini dikenal sebagai sistem manajemen sumberdaya pertahanan dan keamanan de-ngan Sistem Perencanaan Strategis Pertahanan Keamanan Negara (Sisrenstra Han-neg) sebagai perwujudan rencana tindakan dan kegiatan mendasar dalam pola impelementasi.

Ketika itu ada kecenderungan manajemen strategis versi ABRI ini hendak dijadikan model untuk mendukung perencanaan strategis pembangunan nasional versi pemerintah, akan tetapi hal ini tidak berkembang sebagai keputusan manajerial, kecuali pro dan kontra kehendak masing-masing. Ketika lingkungan mendadak berubah dalam suatu era reformasi menuju pemerintahan demokratis (demokratic gover-nance) yang mengandaikan semua itu dirumuskan dan dilaksanakan dengan parameter prinsip supremasi otoritas politik (civilian supremacy), mekanisme checks and balances dan terse-dianya instrumen transparansi kebijakan yang membuka peluang bagi akuntabilitas publik,maka berkembanglah pemaham-an dan pengetahuan praktis tentang perencanaan strategis sehingga banyak pihak mulai melihat secara terbuka dan meragukan kontribusi riil yang disumbangkan oleh manajemen strategis untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi yang overlap dengan tujuan ABRI.

Lalu mulai dikeluhkan tentang fungsi dan efektifitas perencanaan strategis, di saat yang sama juga mulai dirasakan sulitnya melakukan eksekusi strategi seperti yang telah direncanakan. Manajemen strategik hanya memberi perhatian pada faktor internal organisasi (ABRI), khususnya manajemen keuangan. Dengan kata lain, baik dalam wilayah perencanaan strategik maupun implementasi strategik, posisi manajemen strategik dikalangan TNI saat ini sedang dipertanyakan terlebih dengan semakin meningginya turbulensi lingkungan strategis dan intensitas pembaruan.

Sementara itu sebagai buah reformasi telah terbentuk dasar-dasar perubahan di bidang manajemen pemerintahan dan pembangunan yang terwujudkan dalam UU No. 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, kemudian ditindak-lanjuti oleh pemerintah de- ngan menerbitkan Inpres No. 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instasi Pemerintah. Dari sinilah diawali tahap baru dimana manajemen strategik berusaha memperoleh posisinya seirama dengan kompleksitas permasa-lahan negara. Sekalipun hingga saat ini hasilnya belum sepenuhnya dapat dicapai, dalam arti bahwa belum sepenuhnya instansi pemerintah, termasuk Dephan dan TNI mampu melaksanakannya, akan tetapi tanda-tanda positif tampak terlihat secara transparan. Konsep, asumsi, proses dan teknik analisis dicoba diperbarui dan sedapat mungkin dikembangkan untuk memperoleh perannya sebagai alat bantu pengambilan keputusan manajerial yang handal.

Semua itu menggambarkan bahwa dalam era reformasi ini, manajemen strategis berada dalam nuansa transisi, termasuk di dalamnya manajemen sumber daya pertahanan dan keamanan sebagai manajemen strategik TNI yang saat ini menghadapi turbulensi perubahan lingkungan strategik demikian cepat. Seharusnya diperlukan juga mencari bentuk baru, tidak dengan cara slow motion akan tetapi proaktif dengan menyikapi perubahan lingkungan strategik.

Dengan demikian TNI akan memilliki kesiapan yang lebih dari cukup untuk mengantisipasi dan mengeksploitasi peluang yang muncul. Mereka diharapkan tidak terjebak pada sikap anti perubahan yang lebih disebabkan oleh perumusan strategi pertahanan yang hanya dilandasi oleh kebiasaan, tunduk (loyalitas) pada pimpinan, berpikir incremental dan gradual. Yang sering menjadi pertanyaan adalah : Apakah TNI sebagai organisasi yang non profit, melakukan berbagai bentuk pengeluaran guna membiayai kegiatan-kegiatan yang dilakukan harus dibatasi oleh kemampuan ekonomi negara dapat melaksanakan fungsi dan tugasnya dengan baik sebagai suatu keniscayaan ? sementara faktanya kita dihadapkan pada kondisi hutang luar negeri (pemerintah dan swasta) sebesar US $ 131,2 miliar, dan permasalahan ekonomi lain yang sangat parah. Apakah itu berarti mutlak diperlukannya berbagai tindakan penghematan/efisiensi, lalu apa-kah manajemen strategis memberi jaminan pencapaian tujuan organisasi atau langkah awal efisiensi pencapaian tujuan organisasi?. Dan apakah para pemimpin menyadari pentingnya pola berpikir strategik dan efisien dalam proses manajemen penge-lolaan pertahanan negara yang dimulai dari penataan internal tanpa mengabaikan pengaruh eksternal ?.

Perkembangan Manajemen Strategik

Model manajemen strategik yang canggih seperti kita jumpai saat ini, dengan analisis lingkungan, analisis profil jati diri, strategi, misi dan visi organisasi dimana hubungan dan keterkaitan dapat memberikan indikasi pada apa yang diinginkannya (what is desired). Pemikiran strategi ini tidak begitu saja muncul sekali jadi.

Pada mulanya pikiran strategis dalam pengelolaan organisasi amat sederhana sesuai dengan lingkungan yang mempengaruhi-nya. Ketika lingkungan organi-sasi cenderung stabil dan selalu seirama dengan kepentingan organisasi maka model perencanaan strategik yang ada amat sederhana hanya memberikan titik berat pada pemenuhan standar-standar operasional yang telah ditentukan oleh manajemen, khususnya standar keuangan dan produktivitas (out put).

Berbeda halnya dengan ketika lingkungan organisasi telah se-ring berubah dan cenderung memiliki tingkat turbulensi yang tinggi, seperti yang terjadi sekarang ini. Lingkungan orga-nisasi berubah secara tidak terduga dan dengan arah yang tidak jelas.

Perencana mulai memiliki tingkat kompleksitas yang lebih tinggi. Manajemen tidak saja dituntut untuk mengantisipasi masa depan, tetapi bahkan juga diminta untuk mempengaruhi masa depan itu sendiri. Prinsip time series, regresi linier (linieritas) cenderung tak berlaku dan sebagai gantinya manajemen selalu diminta untuk memiliki skenario banyak (kontinjensi) dan siap mengahadapi adanya diskontinu itas.

Perhatian manajemen tidak ha-nya terfokus pada manajemen keuangan tetapi tampaknya harus lebih diarahkan pada manajemen produksi (mengembangkan kemampuan/kekuatan), pemasaran (sosialisasi) dan jasa pelayanan (publik) khususnya dalam perumusan dan eksekusi strategi bersaing yang kompetitif. Dengan penyederhanaan yang agak berlebihan, sejarah perkembangan manajemen strategik, dengan menggunakan tolok ukur waktu di negara maju dapat dikelompokkan dalam empat tahapan berikut ini :

*

Anggaran dan pengawasan keuangan
*

Perencanaan jangka panjang
*

Perencanaan strategik
*

Manajemen strategik

Anggaran organisasi dan pengawasan keuangan (internal) adalah model perencanaan organisasi yang dikenal pertama kali oleh para pemimpin/eksekutif organi-sasi. Model ini ditemukan pada awal dasawarsa empat puluhan yang lalu, ketika pada masa itu lingkungan organisasi masih cen-derung memiliki tingkat stabilitas yang tinggi, hal ini tidak berarti bahwa model semacam ini tidak lagi dijumpai.

Biasanya model ini masih di-gunakan oleh organisasi yang relatif muda dan berukuran kecil. Dengan demikian jangan heran jika kadang kala proses dan hasil perencanaan yang ada hanya berada dan bersumber dari pikiran eksekutif manajemen, belum diwujudkan dalam bentuk tertulis. Perencanaan hanya melakukan estimasi kegiatan dan biaya untuk masa satu tahun yang akan datang, oleh karena itu sebenarnya belum dapat disebut perencanaan strategis karena masih berdimensi waktu amat pendek, dan belum dijumpai anggaran investasi jangka panjang.

Jika dikaitkan dengan trend ketika itu yang diwarnai revolusi industri yang ditujukan pada usaha untuk berproduksi seba-nyak-banyaknya dengan biaya yang serendah-rendahnya (era produksi masal), maka perhatian manajemen lebih ditujukan pada terbentuknya mekanisme produk-si yang efisien, dengan semangat yang dianut manajemen pada tahap ini adalah pengendalian manajemen. Target yang hendak dijadikan ukuran penilaian kiner-ja adalah memenuhi anggaran yang telah ditetapkan (daya serap anggaran) dengan demikian organisasi memiliki mentalitas proses produksi, pada organisasi non profit kecenderungannya berada pada lemahnya penggunaan anggaran dan sumda manusia, rendahnya kualitas output dan berkembangnya ekonomi biaya tinggi. Model tahap ke dua dikenal sebagai perencanaan jangka panjang (long range planning) pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan model yang ada pada tahapan pertama. Semua konsep teknik, dan alat analisa yang digunakan pada model tahap pertama tetap digunakan, hanya saja pada tahapan kedua ini organisasi sudah mulai menerapkannya untuk jangka waktu panjang. Oleh karenanya secara teknis dilakukan peramalan ke depan, namun teknik analisa peramalan yang digunakan masih sepenuhnya mendasarkan diri pada data historis. De-ngan demikian, anggapan linieritas juga masih berlaku. Yang khas dari tahapan ini adalah, mulai dikenalnya pemrograman dan penganggaran, model kedua ini dikenal setelah perang dunia II berakhir, tahun lima puluhan ketika ekonomi dunia sedang tumbuh.

Dalam model ketiga yang amat berbeda dengan sebelumnya, mengetengahkan berbagai konsep dan analisa baru yang disebabkan karena lingkungan organisasi telah banyak berubah, khususnya sejak dasawarsa enam puluhan dimana ekonomi tumbuh tidak sepesat sebelumnya. Tingkat persaingan antar organisasi semakin tajam, sehingga diperlukan analisa perkembangan lingkungan strategik. Di sinilah sesungguhnya pola pokok berfikir strategis dalam manajemen di-mulai, dan dasar-dasar dari model manajemen strategik mulai tebentuk. Pada dasawarsa tujuh puluhan diperkenalkan konsep segmentasi, dimana misi organisasi yang semakin luas di -akomodasikan dalam struktur kemandirian divisional sebagai unit usaha strategik yang digunakan untuk memahami proses organisasi dihadapkan dengan analisa lingkungan strategik. Dan disaat yang sama, juga diintrodusir berbagai strategi pokok (grand strategy) seiring dengan diperkenalkan profil/postur organisasi.

Pada tahap akhir perkembangan model yang ketiga ini, muncul kekhawatiran akan berkurangnya sifat perencanaan yang konprenhensif, seiring dengan kemandi-rian unit strategis yang dapat berakibat perbedaan kepentingan organisasi secara menyeluruh dengan kepentingan unit strategis (model divisional). Oleh sebab itu untuk perencanaan perlu di-susun dari dua arah secara bersamaan. Jadi tidak hanya berdasar pada prinsip perencanaan dari bawah (bottom up planning) tapi juga perencanaan dari atas (top down planning).

Di saat yang sama pula mulai timbul kekhawatiran tentang adanya penekanan yang berle- bihan pada aspek rasional dan analitis yang melekat pada perencanaan yang mulai meninggalkan aspek seni (art) dan kepemimpinan (leadership), yang mengakibatkan pemberdayaan fungsi tertinggal atau tidak diperhatikan, ada kecenderungan untuk secara berlebihan memberikan perhatian pada pentingnya fungsi perencanaan, seolah hanya dengan pe-rencanaan yang tepat, organisasi dengan sendirinya akan berjalan mencapai tujuannya. Perencanaan memang merupakan fungsi penting oleh karena gagasan/pemikiran dan keputusan serta tanggung jawab eksekutif berada di dalamnya. Akan tetapi itu saja belum menjadikan jaminan adanya mobilisasi seluruh sumber daya dan dana yang ada dalam organisasi.

Perlu adanya dukungan fungsi manajemen yang lain, khususnya yang berkaitan dengan pelaksanaan dan pengawasan antara lain : Struktur organisasi , sistem imbalan/kompensasi, informasi dan komunikasi. Motivasi dan iklim kerja, sistem nilai dan budaya organisasi serta pengendalian dan pengawasan. Pemikiran inilah yang melandasi munculnya apa yang kini disebut dengan manajemen strategik (strategic manajemen), artinya berfikir cerdas, strategik digabung dengan proses manajemen. Segala sesuatu yang bersifat strategis tidak hanya berhenti sampai pada pe-rencanaan, sekalipun perencana-an tersebut bersifat global. Strategi operasi juga sangat diperlukan, sebab mobilisasi daya dan dana yang diperlukan untuk menggerakkan roda orga-nisasi baru akan terwujud bila perencanaan diikuti oleh tin- dakan/eksekusi dan pengendalian yang konsisten. Bahkan dua fungsi manajemen yang disebut belakangan itulah yang lebih menentukan kegagalan atau keberhasilan institusi. Jadi pada dasarnya manajemen strategik adalah perkembangan lebih jauh dari model-model manajemen yang sudah ada khususnya model tahap ketiga atau dapat dikatakan manajemen strategik adalah manajemen modern.

Renstra Hankamneg : Dahulu dan Sekarang

Peran manajemen di kalangan militer bukan suatu hal yang baru, pada dasarnya manajemen dan militer merupakan kesatuan proses yang tidak terpisahkan. Oleh karena itu manajemen timbul dan berkembang searah de-ngan perkembangan militer itu sendiri dan searah dengan per-kembangan berbagai disiplin ilmu yang lain. Peran historis manajemen dalam mendukung organisasi militer untuk meraih sukses penugasannya, diakui berbagai kalangan dan diadopsi untuk membantu organisasi lain mencapai tujuannya. Berbeda dengan yang dijumpai di negara maju lingkungan organisasi (militer) di negara yang sedang berkembang cenderung lebih se-ring berubah dan perubahannya seringkali mendadak sebagaimana di era reformasi yang sedang melanda Indonesia saat ini, dengan demikian memiliki kecenderungan yang tidak menentu.

Perencanaan strategik sebagai alat bantu pengambilan keputusan manajerial mengalami pasang surut, diawali dari grand strategy yang dikembangkan oleh Letjen Ali Moertopo pada dasa warsa tujuh puluhan dengan menggunakan teknik analisa peramalan jangka panjang melalui prasyarat stabilitas di mana-mana, yang disebabkan karena kepentingan pembangunan harus didukung oleh stabilitas yang tinggi. Seirama dengan kepen-tingan tersebut maka model pe-rencanaan strategis yang ada memiliki bentuk yang kompleks dan ekstensif sebagai contoh adalah Sisjemen Sumda Han-kamneg, Sisrenstra Hankamneg.



Sedikit banyak manajemen strategik telah memiliki peran yang signifikan dalam membantu organisasi TNI untuk mencapai tujuannya, termasuk di dalamnya peran historis yang selama ini disandang dan kini menjadi tidak populer yaitu dwi fungsi. Searah dengan memudarnya peran tersebut, maka banyak pihak mulai meragukan peran sistem perencanaan strategik dan mempertanyakan konstribusi yang diperoleh dari manajemen strategik. Akan tetapi di saat yang sama, manajemen strategik di lingkungan TNI juga mencari bentuk baru terutama disebabkan karena sulitnya melakukan predikasi lingkungan strategis yang telah direncanakan dan pada ke-nyataannya jarak antara rumusan dan implementasi semakin jauh.



Data historis tidak dapat lagi sepenuhnya digunakan mengindikasikan apa yang hendak terjadi pada masa yang akan datang. Tidak ada lagi linieritas. Teknik ekstrapolasi tidak memadai lagi. Sepertinya tidak cukup dijelaskan dengan menggunakan teknik analisis yang rasional, visi dan misi tertutup oleh tembok penghalang. Seringkali juga ditemukan kecenderungan kembar, yang bahkan kadangkala bertolak belakang satu sama lain. Tidak jarang perubahan sasaran kegiatan terjadi dengan mendadak. Banyak informasi yang dilaporkan ternyata tidak seiring dengan transparasi dari keadaan sebenarnya, program dan kegiatan berubah menjadi visi dan misi, sehingga strategi diperuntukkan bagi kepentingan sesaat, dan pada gilirannya organisasi tidak berada pada arah yang benar. Manajemen strategik hanya sekedar merupakan kertas kerja (paper works) yang hampir sama sekali tidak memberikan manfaat riil. Manajemen strategik hanya berhenti sebagai dokumen organisasi yang tidak lebih tidak kurang sebagai ke-lengkapan administrasi dan birokrasi saja, sekedar menjadi dokumen mati yang tidak mengikat siapapun untuk memiliki komitmen melaksanakannya. Akibatnya organisasi bukan saja tidak berada pada arah yang benar tapi juga prospek institusi tidak terlihat dengan jelas.



Organisasi menjadi tidak sehat, seluruh proses manajemen terganggu, jarak antara rumusan perencanaan dan eksekusi pelaksanaannya semakin jauh, evaluasi kinerja organisasi tidak memiliki pengaruh. Dalam kondisi seperti ini hampir dapat dipastikan tidak ada lagi yang dapat dilakukan, sekalipun didukung anggaran sangat besar, hasilnya hanya akan menambah beban permasalahan organisasi yang menyimpang dari tujuan semula.

Baik secara kwantitatif maupun kwalitatif, sadar ataupun tidak sadar, eksekutif manajemen telah melakukan kesalahan strategis, sehingga mengakibatkan setelah berusia lima puluh enam tahun, organisasi kini berada pada titik terendah kemampuan, kekuatan dan posisinya. Oleh karena itu manajemen hanya memiliki dua

kemungkinan pilihan yaitu :

* Manajemen terus mempertahankan apa yang telah dicapai dengan merubah misi organisasi sesuai dengan perkembangan lingkungan strategik atau
*Mempertahankan misi organisasi dengan merubah strategi organisasi yang telah berjalan mengikuti arahan misi yang masih tetap dipertahankan tersebut.



Saat ini manajemen di lingkung-an Dephan dan TNI nampaknya belum memiliki pilihan yang tegas. Alangkah baiknya bila diterapkan manajemen yang berpegang teguh pada misi organisasi (dalam hal ini misi perlu diperjelas), sambil berusaha melakukan perubahan pilihan strategis yang hendak di implementasikan, setelah mengenali kesalahan penerapan strategi pembangunan kemampuan dan kekuatan pertahanan. Pada dasarnya diperlukan reformasi secara menyeluruh terhadap sistem, personil dan peralatannya, melalui strategi penghematan dan efesiensi secara bersama-sama.



Banyak faktor yang mempengaruhi intensitas dan formalitas penyelenggaraan manajemen strategik. Namun secara khusus metoda evaluasi kinerja instansi pemerintah (LAKIP) yang merupakan instrumen pertanggung jawaban eksekutif, dan diawali melalui perencanaan strategik merupakan langkah awal untuk melakukan pengukuran kinerja instansi pemerintah yang selama ini tidak dilakukan. Perencanaan strategik bagi instansi peme-rintah merupakan proses berfikir cerdas dan strategik yang meng-integrasikan keahlian sumber daya manusia dan sumber daya lainnya agar mampu menjawab tuntutan perkembangan ling-kungan strategik, nasional dan global serta tetap berada dalam tatanan sistem manajemen nasi-onal.



Perencanaan Strategik merupakan kebutuhan nyata untuk mengatasi persoalan organisasi yang dihadapi dalam milenium ketiga ini. Dengan demikian sejak semula, manajemen strategik memiliki kemungkinan untuk berubah dan diubah, bahkan de-ngan intensitas yang cukup se-ring berdasarkan kebutuhan dan perkembangan lingkungan strategik, oleh sebab itu pola manajemen strategik di lingkungan TNI yang masih mengindikasikan proses model ke dua (masa sesudah perang dunia kedua), walaupun dimodifikasi seperti pada model ketiga perlu juga menyesuaikan dengan pe-rencanaan strategik dan laporan akuntabilitas instansi pemerintah (LAKIP) yang telah berorientasi pada model keempat manajemen modern. Dengan demikian perencanaan yang disusun harus dalam format (bentuk) yang sederhana dan singkat tetapi padat.



Tidak lagi penuh dengan data kwantitatif, akan tetapi dipenuhi dengan berbagai pendapat manajerial. Tidak juga dengan jangkauan terbaik dan terburuk, prinsip waktu yang amat panjang, sepuluh sampai dua puluh tahun. Cukup dengan jangka waktu yang relatif pendek sekitar lima tahunan, menggunakan prinsip banyak skenario, paling tidak dua skenario (kontijensi) diterapkan, isi perencanaan strategik lebih banyak berupa penilaian (asses-men), evaluasi, estimasi dan pendapat manajerial asumsi dan filosofi manajemen strategik juga berubah, asumsi tentang pertumbuhan tidak lagi digunakan tetapi disusun dalam asumsi adanya peluang dan ancaman yang tidak teratur secara singkat dapat dilihat tabel. Oleh sebab itu manajemen strategik seyogyanya disusun sebagai usaha manajerial yang terencana untuk berjalan seiring dengan elemen spekulatif dan ketidakpastian dalam melaksanakan fungsi dan tugas.

Faktor lain yang mempengaruhi intensitas dan formalitas penyusunan manajemen strategik adalah besar atau kecilnya orga-nisasi. Bagi organisasi Dephan dan TNI dengan struktur yang berskala besar dan karakteristik persoalan yang kompleks dan keras, menuntut adanya pema-haman yang cermat pada keseluruhan variable internalnya untuk mengetahui kekuatannya (Strengths) dan kelemahannya (Weaknesses). Dan di saat yang sama diarahkan untuk mengetahui secara jelas tentang profil tantangan dan peluang dari lingkungan organisasi (environmen-tal threats and opportunity profiles/ETOP) yang perlu diantisipasi oleh pimpinan organisasi dalam perumusan, implementasi dan evaluasi strategi. Analisis terhadap unsur-unsur tersebut sangat penting dan merupakan dasar bagi perwujudan visi dan misi serta strategi organisasi. Dengan kata lain, berdasarkan analisis tersebut perencanaan strategi yang disusun oleh suatu instansi pemerintah harus mencakup :

*Pernyataan visi, misi, strategi dan faktor-faktor kunci keberhasilan organisasi
*Rumusan tentang tujuan, sasaran dan uraian aktivitas organisasi
*Uraian tentang cara mencapai tujuan dan sasaran tersebut.

date





RENCANA BISNIS PEMBUKAAN SALON “GayE aJE”

Melihat kota Depok dizaman seperti sekarang ini sangatlah merasa bangga, karena kota Depok sudah mulai maju dan berkembang. Kota depok sudahh mulai bisa menciptakan peluang binis bagi para masyarakatnya ,misalnya bisnis restaurant, bisnis kos – kosan ,bisnis warnet serta bisnis salon.namun kota Depok masih mempunyai kekurangan yaitu hanya memiliki sedikit pepohonan disepanjang jalan kota depok .Hal itu sangat membuat masyarakat tidak merasa nyaman karena dengan kurangnya pepohonan membuat kota depok menjadi gersang dan membuat masyarakatnya menjadi stress. Untuk mengatasi masalah itu didepok sudah banyak didirikan salon – salon yang mempunyai fasilitas bermacam – macam.Disini kami ingin mengembangkan usaha salom itu menjadi lebih maju lagi dan dapat memberikan kepuasan tersendiri kepada masyarakat. Oleh sebab itu kami mendirikan sebuah salon “GayE aJE” ,salon yang mempunyai fasilitas yang sangat nyaman dan bagus serta memiliki interior yang sangat menarik disetiap ruangannya yang bisa membius pelanggan. Disalon ini juga kami memberikan pelayanan yang sangat berbeda dari salon – salon pada umumnya ,para tamu bisa memilih sendiri orang yang akan membantu mereka untuk mempercantik diri mereka ,salon ini juga mimiliki pegawai yang sangat berpengalaman dan dijamin tidak akan mengecewakan para pelanggannya.

Tujuan
Tujuan dari rencana pembukaan salon “GayE aJE” ini selain untuk memperoleh keuntungan yang sangat besar adalah untuk memberikan kenyamanan dan dapat menghilangkan kepenatan dari suasana kota depok serta keseharian yang sangat membosankan.

Visi dan Misi
Visi dan misi salon ini adalah ingin menjadi salon yang terbaik , terbagus dan terdepan dikota depok dengan semua kenyamanan yang diberikan.

Lokasi dan Fasilitas Salon
Salon “GayE Aje” ini berlokasi di Jln. Pondok Cina no.35 yang terletak persis didepan jalan raya ,tempatnya sangat strategis karena berdekatan dengan mall , sekolah serta kampus.Salon ini juga mempunyai fasilitas yang sangat bagus dan di jamin dapat memuaskan pelanggannya.

Sasaran
Sasaran dari salon ini adalah mahasiswa ,ibu – ibu , serta pelajar dan para pegawai yang ingin merasakan kenyamanan salon ini.

date Senin, 08 Maret 2010

Sejarah Perkembangan Komputer
Sebelum tahun 1940
Sejak dahulu kala, proses pengolahan data telah dilakukan oleh manusia. Manusia juga menemukan alat-alat mekanik dan elektronik untuk membantu manusia dalam penghitungan dan pengolahan data supaya bisa mendapatkan hasil lebih cepat. Komputer yang kita temui saat ini adalah suatu evolusi panjang dari penemuanpenemuan manusia sejah dahulu kala berupa alat mekanik maupun elektronik.

Saat ini
komputer dan piranti pendukungnya telah masuk dalam setiap aspek kehidupan dan
pekerjaan. Komputer yang ada sekarang memiliki kemampuan yang lebih dari sekedar
perhitungan matematik biasa. Diantaranya adalah sistem komputer di kassa supermarket
yang mampu membaca kode barang belanjaan, sentral telepon yang menangani jutaan
panggilan dan komunikasi, jaringan komputer dan internet yang menghubungkan
berbagai tempat di dunia. Bagaimanapun juga alat pengolah data dari sejak jaman purba
sampai saat ini bisa kita golongkan ke dalam 4 golongan besar.

1. Peralatan manual: yaitu peralatan pengolahan data yang sangat sederhana, dan faktor terpenting dalam pemakaian alat adalah menggunakan tenaga tangan manusia

2. Peralatan Mekanik: yaitu peralatan yang sudah berbentuk mekanik yang
digerakkan dengan tangan secara manual

3. Peralatan Mekanik Elektronik: Peralatan mekanik yang digerakkan oleh secara
otomatis oleh motor elektronik

4. Peralatan Elektronik: Peralatan yang bekerjanya secara elektronik penuh
Beberapa peralatan yang telah digunakan sebagai alat hitung sebelum ditemukannya
komputer :

1. Abacus

Muncul sekitar 5000 tahun yang lalu di Asia kecil dan masih digunakan di beberapa
tempat hingga saat ini, dapat dianggap sebagai awal mula mesin komputasi. Alat ini
memungkinkan penggunanya untuk melakukan perhitungan menggunakan bijibijian
geser yang diatur pada sebuh rak. Para pedagang di masa itu menggunakan
abacus untuk menghitung transaksi perdagangan. Seiring dengan munculnya pensil
dan kertas, terutama di Eropa, Abacus kehilangan popularitasnya.

2. Kalkulator roda numerik ( numerical wheel calculator )

Setelah hampir 12 abad, muncul penemuan lain dalam hal mesin komputasi. Pada
tahun 1642, Blaise Pascal (1623-1662), yang pada waktu itu berumur 18 tahun,
menemukan apa yang ia sebut sebagai kalkulator roda numerik (numerical wheel
calculator) untuk membantu ayahnya melakukan perhitungan pajak.


Kotak persegi kuningan ini yang dinamakan Pascaline, menggunakan delapan roda
putar bergerigi untuk menjumlahkan bilangan hingga delapan digit. Alat ini
merupakan alat penghitung bilangan berbasis sepuluh. Kelemahan alat ini adalah
hanya terbataas untuk melakukan penjumlahan.

3. Kalkulator roda numerik 2
Tahun 1694, seorang matematikawan dan filsuf Jerman, Gottfred Wilhem von
Leibniz (1646-1716) memperbaiki Pascaline dengan membuat mesin yang dapat
mengalikan. Sama seperti pendahulunya, alat mekanik ini bekerja dengan
menggunakan roda-roda gerigi. Dengan mempelajari catatan dan gambar-gambar
yang dibuat oleh Pascal, Leibniz dapat menyempurnakan alatnya.

4. Kalkulator Mekanik
Charles Xavier Thomas de Colmar menemukan mesin yang dapat melakukan empat fungsi aritmatik dasar. Kalkulator mekanik Colmar, arithometer, mempresentasikan pendekatan yang lebih praktis dalam kalkulasi karena alat tersebut dapat melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Dengan kemampuannya, arithometer banyak dipergunakan hingga masa Perang Dunia I. Bersama-sama dengan Pascal dan Leibniz, Colmar membantu membangun era komputasi mekanikal.
Awal mula komputer yang sebenarnya dibentuk oleh seorang profesor matematika Inggris, Charles Babbage (1791-1871). Tahun 1812, Babbage memperhatikan kesesuaian alam antara mesin mekanik dan matematika:mesin mekanik sangat baik dalam mengerjakan tugas yang sama berulangkali tanpa kesalahan; sedang matematika membutuhkan repetisi sederhana dari suatu langkah-langkah tertentu. Masalah tersebut kemudain berkembang hingga menempatkan mesin mekanik sebagai alat untuk menjawab kebutuhan mekanik. Usaha Babbage yang pertama untuk menjawab masalah ini muncul pada tahun 1822 ketika ia mengusulkan suatu mesin untuk melakukan perhitungan persamaan differensil. Mesin tersebut dinamakan Mesin Differensial. Dengan menggunakan tenaga uap, mesin tersebut dapat menyimpan program dan dapat melakukan kalkulasi serta mencetak hasilnya secara otomatis.

Setelah bekerja dengan Mesin Differensial selama sepuluh tahun, Babbage tibatiba
terinspirasi untuk memulai membuat komputer general-purpose yang pertama, yang disebut Analytical Engine. Asisten Babbage, Augusta Ada King (1815-1842) memiliki peran penting dalam pembuatan mesin ini. Ia membantu merevisi rencana, mencari pendanaan dari pemerintah Inggris, dan mengkomunikasikan spesifikasi Anlytical Engine kepada publik. Selain itu, pemahaman Augusta yang baik tentang mesin ini memungkinkannya membuat instruksi untuk dimasukkan ke dlam mesin dan juga membuatnya menjadi programmer wanita yang pertama. Pada tahun 1980, Departemen Pertahanan Amerika Serikat menamakan sebuah bahasa pemrograman dengan nama ADA sebagai penghormatan kepadanya.

Pada 1889, Herman Hollerith (1860-1929) juga menerapkan prinsip kartu perforasi untuk melakukan penghitungan. Tugas pertamanya adalah menemukan cara yang lebih cepat untuk melakukan perhitungan bagi Biro Sensus Amerika Serikat. Sensus sebelumnya yang dilakukan di tahun 1880 membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan perhitungan. Dengan berkembangnya populasi, Biro tersebut memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikan perhitungan sensus.

Pada masa berikutnya, beberapa insinyur membuat p enemuan baru lainnya. Vannevar Bush (1890-1974) membuat sebuah kalkulator untuk menyelesaikan persamaan differensial di tahun 1931. Mesin tersebut dapat menyelesaikan persamaan differensial kompleks yang selama ini dianggap rumit oleh kalangan akademisi. Mesin tersebut sangat besar dan berat karena ratusan gerigi dan poros yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan. Pada tahun 1903, John V. Atanasoff dan Clifford Berry mencoba membuat komputer elektrik yang menerapkan aljabar Boolean pada sirkuit elektrik. Pendekatan ini didasarkan pada hasil kerja George Boole (1815-1864) berupa sistem biner aljabar, yang menyatakan bahwa setiap persamaan matematik dapat dinyatakan sebagai benar atau salah. Dengan mengaplikasikan kondisi benar-salah ke dalam sirkuit listrik dalam bentuk terhubung-terputus, Atanasoff dan Berry membuat komputer elektrik pertama di tahun 1940. Namun proyek mereka terhenti karena kehilangan sumber pendanaan.

Setelah tahun 1940

Perkembangan komputer setelah tahun 1940 dibagi lagi menjadi 5 generasi.

1. Komputer generasi pertama ( 1940-1959 ).
Komputer generasi pertama ini menggunakan tabung vakum untuk memproses
dan menyimpan data. Ia menjadi cepat panas dan mudah terbakar, oleh karena itu
beribu-ribu tabung vakum diperlukan untuk menjalankan operasi keseluruhan komputer.
Ia juga memerlukan banyak tenaga elektrik yang menyebabkan gangguan elektrik di
kawasan sekitarnya.

Komputer generasi pertama ini 100% elektronik dan membantu para ahli dalam menyelesaikan masalah perhitungan dengan cepat dan tepat. Beberapa komputer generasi pertama :

a. ENIAC (Electronic Numerical Integrator And Calculator )
dirancang oleh Dr John Mauchly dan Presper Eckert pada tahun 1946.

Komputer generasi ini sudah mulai menyimpan data yang dikenal sebagai konsep
penyimpanan data (stored program concept) yang dikemukakan oleh John Von
Neuman.

b. EDVAC Computer (Electronic Discrete Variable Automatic Computer)

Penggunaan tabung vakum juga telah dikurangi di dalam perancangan komputer EDVAC (Electronic Discrete Variable Automatic Computer) di mana proses perhitungan menjadi lebih cepat dibandingkan ENIAC.

c. EDSAC COMPUTER ( Electonic Delay Storage Automatic Calculator )

EDSAC (Electonic Delay Storage Automatic Calculator) memperkenalkan penggunaan
raksa (merkuri) dalam tabung untuk menyimpan data.

d. UNIVAC 1 Computer
Pada tahun 1951 Dr Mauchly dan Eckert menciptakan UNIVAC 1 (Universal
Automatic Calculator ) komputer pertama yang digunakan untuk memproses data
perdagangan.

2. Komputer generasi kedua ( 1959 -1964 )
Pada tahun 1948, penemuan transistor sangat mempengaruhi perkembangan komputer. Transistor menggantikan tabung vakum di televisi, radio, dan komputer. Akibatnya, ukuran mesin-mesin elektrik berkurang drastis. Transistor mulai digunakan di dalam komputer mulai pada tahun 1956. Penemuan lain yang berupa pengembangan memori inti-magnetik membantu
pengembangan komputer generasi kedua yang lebih kecil, lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih hemat energi dibanding para pendahulunya. Mesin pertama yang memanfaatkan teknologi baru ini adalah superkomputer.
IBM membuat superkomputer bernama Stretch, dan Sprery-Rand membuat komputer bernama LARC. Komputer-komputer ini, yang dikembangkan untuk laboratorium energi atom, dapat menangani data dalam jumlah yang besar. Mesin tersebut sangat Mahal dan cenderung terlalu kompleks untuk kebutuhan komputasi bisnis, sehingga membatasi kepopulerannya. Hanya ada dua LARC yang pernah dipasang dan digunakan: satu di Lawrence Radiation Labs di Livermore, California, dan yang lainnya di US Navy Research and Development Center di Washington D.C. Komputer generasi kedua Menggantikan bahasa mesin dengan bahasa assembly. Bahasa assembly adalah bahasa yang menggunakan singkatan-singakatan untuk menggantikan kode biner. Pada awal 1960-an, mulai bermunculan komputer generasi kedua yang sukses di bidang bisnis, di universitas, dan di pemerintahan.
Komputer-komputer generasi kedua ini merupakan komputer yang sepenuhnya
menggunakan transistor. Mereka juga memiliki komponen-komponen yang dapat
diasosiasikan dengan komputer pada saat ini: printer, penyimpanan dalam disket,
memory, sistem operasi, dan program.

              Salah satu contoh penting komputer pada masa ini adalah IBM 1401 yang diterima secaa luas di kalangan industri. Pada tahun 1965, hampir seluruh bisnis-bisnis besar menggunakan komputer generasi kedua untuk memproses informasi keuangan. Program yang tersimpan di dalam komputer dan bahasa pemrograman yang ada di dalamnya memberikan fleksibilitas kepada komputer. Fleksibilitas ini meningkatkan kinerja dengan harga yang pantas bagi penggunaan bisnis. Dengan konsep ini, komputer dapat mencetak faktur pembelian konsumen dan kemudian menjalankan desain produk atau menghitung daftar gaji.
               Beberapa bahasa pemrograman mulai bermunculan pada saat itu. Bahasa pemrograman Common Business-Oriented Language (COBOL) dan Formula Translator (FORTRAN) mulai umum digunakan. Bahasa pemrograman ini menggantikan kode mesin yang rumit dengan kata-kata, kalimat, dan formula matematika yang lebih mudah dipahami oleh manusia. Hal ini memudahkan seseorang untuk memprogram dan mengatur komputer. Berbagai macam karir baru bermunculan (programmer, analyst, dan ahli sistem komputer). Industri piranti lunak juga mulai bermunculan dan berkembang pada masa komputer generasi kedua ini. 
3. Komputer generasi ketiga ( 1964 - awal 80an )

Walaupun transistor dalam banyak hal mengungguli tube vakum, namun transistor menghasilkan panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak bagian-bagian internal komputer. Batu kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini. Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instrument, mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC : integrated circuit) di tahun 1958. IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa. Pada ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen-komponen ke dalam suatu chip tunggal yang disebut semikonduktor. Hasilnya, komputer menjadi semakin kecil karena komponen-komponen dapat dipadatkan dalam chip. Kemajuan komputer generasi ketiga lainnya adalah penggunaan sistem operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara
serentak dengan sebuah program utama yang memonitor dan mengkoordinasi memori komputer.

4. Komputer generasi keempat ( awal 80an - ??? )
Setelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas: mengecilkan ukuran
sirkuit dan komponenkomponen elektrik. Large Scale Integration (LSI) dapat memuat
ratusan komponen dalam sebuah chip. Pada tahun 1980-an, Very Large Scale
Integration (VLSI) memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal.


Ultra-Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah tersebut menjadi jutaan.
Kemampuan untuk memasang sedemikian banyak komponen dalam suatu keping yang
berukurang setengah keping uang logam mendorong turunnya harga dan ukuran
komputer. Hal tersebut juga meningkatkan daya kerja, efisiensi dan keterandalan
komputer. Chip Intel 4004 yang dibuat pada tahun 1971 membawa kemajuan pada IC
dengan meletakkan seluruh komponen dari sebuah komputer (central processing unit,
memori, dan kendali input/output) dalam sebuah chip yang sangat kecil. Sebelumnya,
IC dibuat untuk mengerjakan suatu tugas tertentu yang spesifik.Sekarang, sebuah
mikroprosesor dapat diproduksi dan kemudian diprogram untuk memenuhi seluruh kebutuhan yang diinginkan. Tidak lama kemudian, setiap perangkat rumah tangga
seperti microwave oven, televisi, dn mobil dengan electronic fuel injection dilengkapi
dengan mikroprosesor.

Perkembangan yang demikian memungkinkan orang-orang biasa untuk
menggunakan komputer biasa. Komputer tidak lagi menjadi dominasi perusahaanperusahaan
besar atau lembaga pemerintah. Pada pertengahan tahun 1970-an, perakit
komputer menawarkan produk komputer mereka ke masyarakat umum. Komputerkomputer
ini, yang disebut minikomputer, dijual dengan paket piranti lunak yang
mudah digunakan oleh kalangan awam. Piranti lunak yang paling populer pada saat itu
adalah program word processing dan spreadsheet. Pada awal 1980-an, video game
seperti Atari 2600 menarik perhatian konsumen pada komputer rumahan yang lebih
canggih dan dapat diprogram. 
Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer (PC)
untuk penggunaan di rumah, kantor, dan sekolah. Jumlah PC yang digunakan melonjak
dari 2 juta unit di tahun 1981 menjadi 5,5 juta unit di tahun 1982. Sepuluh tahun
kemudian, 65 juta PC digunakan. Komputer melanjutkan evolusinya menuju ukuran
yang lebih kecil, dari komputer yang berada di atas meja (desktop computer) menjadi
komputer yang dapat dimasukkan ke dalam tas (laptop), atau bahkan komputer yang
dapat digenggam (palmtop).
IBM PC bersaing dengan Apple Macintosh dalam memperebutkan pasar
komputer. Apple Macintosh menjadi terkenal karena mempopulerkan sistem grafis pada
komputernya, sementara saingannya masih menggunakan komputer yang berbasis teks.
Macintosh juga mempopulerkan penggunaan piranti mouse.
Pada masa sekarang, kita mengenal perjalanan IBM compatible dengan
pemakaian CPU: IBM PC/486, Pentium, Pentium II, Pentium III, Pentium IV (Serial
dari CPU buatan Intel). Juga kita kenal AMD k6, Athlon, dsb. Ini semua masuk dalam
golongan komputer generasi keempat.

Seiring dengan menjamurnya penggunaan komputer di tempat kerja, cara-cara
baru untuk menggali potensial terus dikembangkan. Seiring dengan bertambah kuatnya
suatu komputer kecil, komputer-komputer tersebut dapat dihubungkan secara
bersamaan dalam suatu jaringan untuk saling berbagi memori, piranti lunak, informasi,
dan juga untuk dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Komputer
jaringan memungkinkan komputer tunggal untuk membentuk kerjasama elektronik
untuk menyelesaikan suatu proses tugas. Dengan menggunakan perkabelan langsung
(disebut juga local area network, LAN), atau kabel telepon, jaringan ini dapat
berkembang menjadi sangat besar.

5. Komputer generasi kelima ( masa depan )
Banyak kemajuan di bidang desain komputer dan teknologi semkain
memungkinkan pembuatan komputer generasi kelima. Dua kemajuan rekayasa yang
terutama adalah kemampuan pemrosesan paralel, yang akan menggantikan model non
Neumann. Model non Neumann akan digantikan dengan sistem yang mampu
mengkoordinasikan banyak CPU untuk bekerja secara serempak. Kemajuan lain adalah
teknologi superkonduktor yang memungkinkan aliran elektrik tanpa ada hambatan
apapun, yang nantinya dapat mempercepat kecepatan informasi.
Jepang adalah negara yang terkenal dalam sosialisasi jargon dan proyek
komputer generasi kelima. Lembaga ICOT (Institute for new Computer Technology)
juga dibentuk untuk merealisasikannya. Banyak kabar yang menyatakan bahwa proyek
ini telah gagal, namun beberapa informasi lain bahwa keberhasilan proyek komputer
generasi kelima ini akan membawa perubahan baru paradigma komputerisasi di dunia.

Sumber by :gudang-sejarah.blogspot.com

date Rabu, 03 Maret 2010

10 Kiat Kepribadian Orang Sukses Juni 27, 2007
Posted by elindasari in Tips.
trackback
10 Kiat Kepribadian
Orang Sukses
Suatu kesuksesan memiliki banyak definisi dan variasi tolok ukur.

Alan Kay berpetuah : “The best way to predict the future is to create it.” –

Mungkin….Beberapa dari kita meyakini, bahwa :

“Kesuksesan berarti mencapai posisi tertinggi di kantor, variasi lainnya bermakna memiliki kecukupan finansial tertentu”.

Ada juga sebagian lagi mewujudkan kesuksesan sebagai sebuah predikat penghargaan dari kolega dan khalayak atas prestasinya.

Dari bermacam definisi dan tolok ukur itu, satu hal yang dapat disimpulkan bahwa :“Kesuksesan merupakan pencapaian impian melalui sebuah proses terstruktur dan terencana”. So pasti kan….

Misalnya :

Si Anu mendefinisikan sukses jika dia mampu mencapai manajer pemasaran di tempat kerjanya. Usaha untuk “memuluskan” kesuksesan tersebut.

Si Anu memutuskan untuk belajar kembali di institusi pendidikan S2 dan mengikuti beberapa seminar pemasaran.

Tentu saja, banyak hal yang perlu dipersiapkan, baik itu material dan sikap pribadinya. Bentuk material berupa dana dan waktu merupakan hal yang pasti harus dipersiapkan, lalu perlu juga ditunjang dengan sikap pribadi dalam menyikapi proses pencapaian kesuksesan itu sendiri.

Menurut : Mr. Jennie S. Bev, yaitu seorang konsultan, entrepreneur, penulis dan edukator bertempat tinggal di San Francisco Bay Area dan Beliau merupakan seorang Indonesia yang “sukses” berkompetisi pada iklim “ketat” Amerika.

Beliau mengedepankan 10 unsur kepribadian seorang sukses (baik dari segi keuangan dan prestasi) yang berdasarkan pada komunikasi dan pergaulannya dengan para billionaire dan beberapa pengusaha sukses.

Sepuluh sikap yang harus dipunyai itu adalah sebagai berikut:

Pertama, Keberanian untuk berinisiatif :

Kekuatan yang sebenarnya tidak lagi menjadi rahasia atas kesuksesan orang-orang terknenal yaitu mereka selalu punya ide-ide cemerlang!

Lihat saja : Seorang Donald Trump yang “mendunia” karena superioritasnya di bidang Real Estate awalnya berproses dari status bangkrut dan akhirnya berpredikat Raja Real Estate, adalah contoh dari seorang yang jenius dan berani berinisiatif.

Kita tentu mengenal serial TV The Apprentice, kontes Miss Universe, Online University bernama TrumpUniversity.com, bahkan di negara asalnya boneka Donald adalah sebuah icon dan produk laris selain buku-buku bestseller-nya. Dan inisiatif adalah kekayaan semua orang, tinggal orang itu mau atau tidak untuk berinisiatif mengemukakan ide-idenya.

Kedua, Tepat waktu :

Sebuah hal yang pasti untuk semua orang di dunia ini tanpa terkecuali adalah bahwa kita memiliki jumlah waktu yang sama yaitu 24 jam sehari. Seorang yang menepati janji dan tepat waktu menunjukkan bahwa dia adalah seorang yang memiliki kemampuan mengatur/manage sesuatu yang paling terbatas tersebut.

Kemampuan untuk hadir sesuai janji adalah kunci dari semua keberhasilan, terutama keberhasilan berbisnis dan berinteraksi. Memberikan perhatian lebih terhadap waktu merupakan pencerminan dari respek terhadap diri sendiri dan kolega dan mitra kita.

Ketiga, Senang melayani dan memberi:

Sebuah rumus sukses dari banyak orang sukses adalah mampu memimpin, namun sebuah additional attribute dari sikap kepemimpinan adalah kebiasaan melayani dan memberi.

“The more you give to others, the more respect you get in return”

Dan, keikhlasan adalah kunci untuk sifat ini. Kebaikan lain akan terus mengalir tanpa henti saat kita mampu memberi dan melayani dengan ikhlas. Ini mungkin bisa dibilang sebagai bonus saja!

Tetapi, setidaknya dengan memberi dan melayani berarti menunjukkan kepada teman, kolega serta rekan kita betapa suksesnya diri kita sehingga membuat orang lebih yakin bermitra dan bergaul dengan diri kita.

Keempat, Membuka diri terlebih dahulu:

Barangkali kita pernah bertemu orang yang selalu mau tahu tentang hal pribadi orang lain namun dia terus menutup diri agar jati dirinya tidak terbuka.

Mereka biasanya hidup dalam ketakutan dan kecurigaan, dan selalu berprasangka buruk kepada siapa saja yang dijumpainya. Sikap ini adalah unsur yang tidak dimiliki banyak orang sukses.

Rasa percaya dan kebesaran hati untuk membuka diri terhadap lawan bicara merupakan cermin bahwa kita nyaman dengan diri sendiri, lantas tidak ada yang perlu ditutupi, itulah yang dicari oleh para partner sejati dan sebagian besar dari kita akan setuju bahwa tidak banyak orang yang mau bekerja sama dengan orang yang misterius, betul kan?

Kelima, Senang bekerja sama dan membina hubungan baik:

Kemampuan bekerja sama dalam tim adalah salah satu kunci keberhasilan utama.

Kembali kita mengambil contoh Donald Trump. Dalam serial TV The Apprentice, Trump memiliki tim yang loyal dan menjadi perpanjangan tangan dirinya dalam menemukan para calon “orang kepercayaan” yang baru.

Pada akhirnya, Trump akan memiliki sebuah tim yang sangat loyal dan bervisi sama dengan menciptakan jaringan kerja yang baik, sehingga jalan menuju sukses itu semakin terbuka lebar.

Keenam, Senang mempelajari hal-hal baru:

Ciputra dan Aburizal Bakrie adalah seorang yang bisa dikatakan sebagai orang sukses dalam bidangnya yaitu commerce. Tapi saat mereka mendirikan universitas, apakah mereka beralih sebagai seorang pendidik? Atau mereka sendiri sebenarnya adalah profesor? Jelas tidak, mereka tetap seorang entrepreneur, namun dengan kegemarannya mencari hal-hal baru serta langsung menerapkannya, maka dunia bisnis semakin terbuka luas baginya.

Dunia bisnis ibarat sebagai tempat bermain yang laus dan tidak terbatas. Jadi senang belajar dan mencari hal baru adalah sebuah sikap kesuksesan.

Ketujuh, Jarang mengeluh, profesionalisme adalah yang paling utama:

Lance Armstrong pernah berkata, “There are two kinds of days: good days and great days.”

Hanya ada dua macam hari: hari yang baik dan hari yang sangat baik. Adalah baik jika kita tidak pernah mengeluh, walaupun suatu hari mungkin kita akan jatuh dan gagal.

Mengapa?

Karena setiap kali gagal, itu adalah kesempatan bagi diri kita untuk belajar mengatasi kegagalan itu sendiri sehingga tidak terulang lagi di kemudian hari. Hari di mana kita gagal tetap sebagai a good day (hari yang baik).

Kedelapan, Berani menanggung resiko:

Jelas, tanpa ini tidak ada kesempatan sama sekali untuk menuju sukses. Sebenarnya setiap hari kita menanggung resiko, walaupun tidak disadari penuh.

Resiko hanyalah akan berakibat dua macam: be a good or a great day. Jadi, jadi tidak perlu dikhawatirkan lagi bukan?

Kegagalan pun hanyalah kesempatan belajar untuk tidak mengulangi hal yang sama di kemudian hari dan tentunya ambang kepada kesuksesan akan lebih dekat.

Kesembilan, Tidak menunjukkan kekhawatiran (berpikir positif setiap saat):

Berpikir positif adalah environment atau default state di mana keseluruhan eksistensi kita berada.

Jika kita gunakan pikiran negatif sebagai default state, maka semua perbuatan kita akan berdasarkan ini (kekhawatiran atau cemas). Dengan pikiran positif, maka perbuatan kita akan didasarkan oleh getaran positif, sehingga hal positif akan semakin besar kemungkinannya.

Semakin positif kita menyikapi hambatan, semakin besar kesempatan kita menemukan penyelesaian atas hambatan tersebut.

Kesepuluh: “Comfortable in their own skin” Menutup-nutupi sesuatu maupun supaya tampak “lebih” dari lawan bicaranya.

Pernah bertemu dengan orang sukses yang rendah diri alias tidak nyaman dengan diri mereka sendiri? Tidak ada tentunya.

Kenyamanan menjadi diri sendiri tidak perlu ditutup-tutupi supaya lawan bicara tidak tersinggung karena setiap orang mempunyai tempat tersendiri di dunia yang tidak bisa digantikan oleh orang lain. Saya adalah saya, mereka adalah mereka.

Dengan menjadi diri saya sendiri, saya tidak akan mengusik keberadaan mereka. Jika mereka merasa tidak nyaman, itu bukan karena kepribadian saya, namun karena mindset yang berbeda dan kekurangmampuan mereka dalam mencapai kenyamanan dengan diri sendiri.

Sikap dasar orang sukses tersebut di atas barangkali dapat menjadi cerminan dan memuluskan langkah kita untuk mencapai kesuksesan yang kita impikan, tinggal kita yang memutuskan.

Ok… sekarang Kita Siap untuk sukses?

Mari kita coba dan terapakan dari sekarang.

by :elindasari.wordpress.com

date Jumat, 01 Januari 2010